Manifold adalah sekumpulan valve yang dideretkan untuk mengatur aliran masuk fluida ke header dan separator yang dikehendaki.
Factor yang mempengaruhi desain manifold :
1. Tekanan Kerja
2. Tipe valve
3. Banyak header
4. Sumur yang dihubungkan ke tiap-tiap manifold
Menurut fungsinya Jenis manifold adalah :
1. Arrival manifold.
Berfungsi sebagai pengumpul fluida produksi dari berbagai sumur yang selanjutnya dikirim ke unit pemisahan untuk suatu treatment dan pengukuran.
Arrival manifold di desain untuk mengumpulkan minyak dari berbagai areal yang selanjutnya akan di dialirkan ke :
a. production separator
b. test separator
c. tank
d. burning pit
2. Test Manifold
Manifold ini digunakan untuk melakukan test produksi suatu sumur tanpa menggangu produksi sumur lainnya dimana arah aliran fluida dari sumur di arahkan ke test separator.
3. Production Manifold
Merupakan manifold sebagai bagian operasi normal dari proses produksi dimana arah aliran fluida dari sumur diarahkan ke production separator.
Beberapa System manifold :
1. Individual Well Flow line
Biasanya system ini dijumpai pada lapangan minyak dan gas yang kecil dimana pada system ini flowline dari tiap sumur langsung dihubungkan dengan station pengumpul melalui test manifold tatu production header.
2. Satelite Production Manifold
Biasanya system ini dijumpai pada lapangan minyak dan gas yang luas dimana pada system ini flow line yang cukup pendek dari tiap sumur dihubungkan dengan pusat pengumpul minyak dan gas dengan menggunakan pipa yang lebih besar yang biasa disebut Production Lateral dan juga dihubungkan dengan test line, hal ini ditujukan untuk menghindari individual flow lines yang sangat panjang sehingga menyebabkan pressure drop yang besar.
Pada aplikasi dilapangan sebenarnya sistem-sistem dapat dimodifikasi sesuai dengan kondisi lapangan dan tentu saja dengan pertimbangan serta perhitungan tertentu.
About Me
- puji_lestari
- Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
- Saya seorang alumni dari PTS di Indramayu dan lulusan dari Fak. Teknik Perminyakan Diploma III. Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah di kampus. Semoga blog sederhana ini bisa membantu sebagai media berbagi pengetahuan satu sama lain. Terima kasih. puji_724@yahoo.co.id
Selasa, 21 Juni 2011
MANIFOLDS
Diposting oleh puji_lestari di 11.11 0 komentar
Label: Migas
Pengenalan Gas LIft
Pada umumnya setelah sumur diproduksi untuk jangka waktu tertentu tekanan formasi akan menurun. Karena adanya produksi pada akhirnya tekanan formasi tidak mampu lagi mengangkat fluida kepermukaan. Hal ini akan menyebabkan produksi menurun / bahkan akan menyebabkan sumur mati.
Untuk mengatasi keadaan ini sumur masih dapat diproduksikan dengan sebuah metode pengangkatan buatan yang sering disebut “Artificial Lift System”.
Artificial lift adalah suatu metode pengangkatan fluida yang ada di dalam sumur dengan cara mengintroduksi tenaga tambahan ke dalam sumur apabila tenaga alami reservoir tidak mampu lagi mendorong fluida ke permukaan atau untuk maksud-maksud peningkatan produksi.
Dalam memproduksi fluida reservoir secara optimal dengan menggunakan artificial lift system harus diperhitungkan besarnya kemampuan produktifitas sumur tersebut. Sampai saat ini ada beberapa cara pengangkatan buatan, namun yang umum dilakukan ada 2 macam, yaitu:
- pengangkatan buatan dengan menggunakan pompa
- pengangkatan buatan dengan menggunakan gas lift
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan metode artificial lift dalam proses produksi minyak,yaitu:
a. Produktivitas sumur, menurut Kermit E Brown
- untuk produktivitas sumur minyak yang lebih besar dari 20000 bb/hari dapat menggunakan metode gas lift dan electrical sub mergible pump ( ESP )
- untuk produktivitas sumur antara 2000-10000 bbl/hari dapat menggunakan gasb lift , ESP, dan hydraulic pump.
- Untuk produktivitas sumur yang kurang 100 bbl/hari penggunaan semua metode artificial lift dapat diterapkan kecuali ESP.
b. Tekanan reservoir
Continuos flow gas lift tidak tepat jika digunakan pada sumur dengan liquid load dibawah 1/3 hari kedalaman sumur, karena gas yang diperlukan cukup besar.
c. Kedalaman sumur
Penelitian metode artificial lift pada suatu sumur juga tergantung pada kedalaman sumur tersebut, diantaranya :
- untuk kedalaman sumur > 12. 000 ft hanya dapat menggunakan hydraulic pump
- untuk kedalaman sumur antara 10.000 - 12.000 ft dapat digunakan semua metode kecuali ESP, karena ESP memiliki keterbatasan dalam temperature
- untuk kedalaman sumur < 8000 ft dapat menggunakan semua metode artificial lift.
Diposting oleh puji_lestari di 11.06 0 komentar
Label: Migas